Padang, Sumbar.fyi — Aktivitas tambang liar di Sumatera Barat ditargetkan berhenti total dalam dua hari ke depan. Kepastian itu disampaikan Anggota DPR RI Andre Rosiade melalui pernyataan resminya.
Andre menyebut, penutupan tambang ilegal dilakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah Sumbar. Pasaman dan Pasaman Barat disebut telah lebih dulu ditertibkan. Wilayah lain seperti Sijunjung dan Solok Selatan menyusul dalam waktu dekat.
“Paling lama dua hari ke depan, seluruh tambang liar di Sumbar ditutup,” tulis Andre dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, langkah tegas tersebut merupakan hasil komunikasi langsung dengan Kepolisian Daerah Sumatera Barat. Aparat kepolisian disebut siap melakukan penindakan terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.
Penegakan hukum, menurut Andre, tidak hanya menyasar operator lapangan. Pemodal dan pemilik alat berat juga akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Bukan hanya operator, pemodal dan pemilik alat berat juga harus diproses hukum,” tegasnya.
Selama bertahun-tahun, tambang liar menjadi persoalan serius di sejumlah daerah Sumatera Barat. Kerusakan lingkungan, ancaman bencana, hingga konflik sosial kerap muncul di sekitar lokasi tambang ilegal.
Andre berharap penertiban ini menjadi momentum serius menghentikan praktik tambang liar di Sumbar. Penutupan menyeluruh diharapkan memberi efek jera dan mengembalikan perlindungan lingkungan serta ruang hidup masyarakat.































