Pasaman Barat, Sumbar.fyi — Kabupaten Pasaman Barat segera memiliki pelabuhan laut sendiri. Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan mengalokasikan anggaran Rp90 miliar dari APBN 2026 untuk pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang.
Pelabuhan tersebut berlokasi di Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas. Pembangunan fisik akan dimulai setelah proses tender nasional selesai sesuai mekanisme pengadaan pemerintah.
Pemerintah daerah menyatakan kesiapan penuh. Lahan dan dukungan administratif telah disiapkan agar proyek strategis ini berjalan tanpa hambatan berarti.
Pelabuhan Teluk Tapang dinilai memiliki posisi strategis. Jarak tempuh lautnya lebih dekat dibanding Pelabuhan Teluk Bayur di Padang. Efisiensi ini diproyeksikan menekan biaya logistik dan mempercepat arus distribusi barang.
Pasaman Barat selama ini dikenal sebagai daerah penghasil kelapa sawit, jagung, perikanan, dan sumber daya mineral. Keterbatasan akses pelabuhan menjadi kendala utama distribusi. Kehadiran Teluk Tapang membuka jalur baru bagi produk daerah menuju pasar regional dan nasional.
Dampaknya tidak hanya untuk Pasaman Barat. Jalur distribusi ini juga berpotensi melayani wilayah sekitar hingga Mandailing Natal, Sumatera Utara, yang memiliki karakter ekonomi serupa.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, pembangunan pelabuhan diharapkan menciptakan lapangan kerja baru. Kesempatan kerja muncul sejak tahap konstruksi hingga operasional pelabuhan.
Pemerintah daerah menegaskan komitmen mengawal proyek agar selesai tepat waktu dan tepat mutu. Pelabuhan Teluk Tapang diposisikan sebagai simpul penting konektivitas maritim pesisir barat Sumatera Barat.
Pembangunan ini menjadi penanda bahwa pemerataan infrastruktur tak lagi berhenti di kota besar, tetapi mulai bergerak ke wilayah pesisir dan perbatasan.































