Padang, Sumbar.fyi – Pemerintah Kota Padang bersama Perumda Air Minum (AM) menargetkan aliran air bersih kembali normal menjelang Tahun Baru 2026 setelah terganggu akibat banjir bandang akhir November 2025.
Gangguan distribusi air bermula saat hujan deras dan banjir membawa sedimen yang menutup hampir seluruh Intake Palukahan dan Instalasi Pengolahan Air (IPA), sehingga produksi air terhenti. Petugas PDAM lalu mendistribusikan air secara darurat melalui 57 unit mobil tangki kepada sekitar 30 ribu pelanggan yang belum mendapatkan pasokan.
Percepatan pemulihan dilakukan dengan perbaikan IPA Palukahan yang dipacu sepanjang Desember. Bantuan 260 batang pipa dari Kementerian Pekerjaan Umum dipasang untuk mengganti pipa yang rusak dan hanyut saat banjir. Direktur Utama Perumda AM Padang menyatakan optimisme bahwa jika cuaca di hulu sungai mendukung, produksi dan distribusi air bersih bisa kembali normal sebelum tahun 2026 tiba.
Pihak legislatif dan eksekutif juga menyampaikan dukungan penuh terhadap percepatan pemulihan layanan air bersih sebagai kebutuhan dasar warga, terutama menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru.
Krisis distribusi air di Padang menjadi pengingat bahwa infrastruktur layanan dasar rentan ketika bencana melanda. Upaya pemulihan yang intensif kini dipandang bukan sekadar target teknis, tetapi ujian kesiapan pemerintah dan masyarakat menghadapi tantangan layanan publik di masa genting dan masa mendatang.































