KOTA PADANG — Cuaca di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, mencatat lonjakan panas signifikan dalam beberapa hari terakhir yang mendorong imbauan dari pihak berwenang agar warga membatasi aktivitas di luar ruangan. Dinas Kesehatan Kota Padang menyebut kondisi ini sebagai cuaca “ekstrem” yang perlu mendapat perhatian.
Menurut laporan, suhu maksimum harian di Padang tercatat hingga sekitar 36 °C. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Padang menyerukan agar masyarakat mengurangi paparan langsung sinar matahari serta memperbanyak konsumsi air putih demi menjaga kondisi tubuh.
Aktivitas di luar rumah pada pukul 10.00 hingga 16.00 WIB, saat sinar matahari paling terik, dinilai paling berisiko. Kondisi panas ekstrem seperti ini juga dapat memicu masalah kesehatan, seperti serangan panas (heat-stroke) serta kambuhnya alergi debu pada lansia dan anak-anak.
Lebih lanjut, Dinas Kesehatan menganjurkan warga yang tetap harus keluar rumah untuk mengenakan pelindung seperti topi atau payung, serta memakai tabir surya.
Dari sudut pandang lokal Sumatera Barat, tingginya suhu ini menambahkan beban bagi warga yang beraktivitas di sektor informal maupun pedagang kaki lima, yang harus berada di luar ruangan dalam tempo panjang. Ketiadaan ruang istirahat teduh yang layak di beberapa nagari turut memperburuk situasi.
Lonjakan suhu di Kota Padang bukan sekadar soal rasa gerah sesaat. Ia membawa potensi dampak negatif terhadap kesehatan publik khususnya bagi warga rentan dan menuntut kesiapsiagaan warga serta pemangku kepentingan agar efeknya tidak makin meluas.































