Limapuluh Kota, Sumbar.fyi – Fenomena sinkhole atau tanah tiba-tiba berlubang di area pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, kini semakin mencengangkan warga. Dalam 24 jam terakhir setelah muncul Minggu (4/1), debit air di dalam lubang makin meluap sehingga genangi sawah yang sebelumnya retak akibat kemarau panjang.
Fenomena alam ini menarik perhatian ribuan orang, termasuk petani pemilik sawah itu sendiri, Adrolmios (61), yang menyatakan kekhawatirannya melihat air terus naik dan lubang makin meluas. Petugas Polsek Situjuah Limo Nagari telah memasang garis polisi dan menjaga lokasi untuk mencegah warga semakin dekat karena kondisi tanah dinilai labil.
Menyikapi kekhawatiran tersebut, anggota Komisi DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyurati Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menurunkan ahli dan segera melakukan kajian teknis.
Vesky menilai koordinasi lisan selama ini perlu diimbangi dengan kajian ilmiah agar pemerintah daerah dapat mengambil langkah antisipatif yang tepat. Ia juga mengingatkan bahwa kebutuhan tindakan darurat, seperti tanggap bencana dan dukungan kepada petani yang kehilangan akses ekonomi, tidak bisa ditunda.
Fenomena sinkhole bukan hanya peristiwa langka yang menghebohkan warga, tetapi juga menyiratkan persoalan geologi yang berpotensi membahayakan lahan produktif dan keselamatan masyarakat, terutama di kawasan agraris seperti Limapuluh Kota. Ke depan, langkah antisipatif dan kajian ahli menjadi kunci untuk menjawab kekhawatiran publik dan mencegah risiko yang lebih besar.































