Padang, Sumbar.fyi — Kondisi kebersihan di Pasar Raya Padang menjadi sorotan utama pedagang dan pengunjung pada awal Januari 2026. Minimnya jumlah bak sampah dan banyaknya fasilitas kebersihan yang rusak membuat limbah sampah menumpuk di badan jalan dan area kios.
Pantauan langsung di lokasi Sabtu (4/1/2026) menunjukkan bak sampah yang tersedia tidak sebanding dengan luas kawasan pasar yang besar dan tingginya volume sampah harian. Sejumlah tong sampah berbahan besi atau plastik bahkan ditemukan rusak sehingga tidak dapat digunakan secara optimal.
Pedagang Opet (47) mengatakan masalah bak sampah yang kurang dan rusaknya fasilitas kebersihan sudah terjadi cukup lama dan belum mendapat penanganan memadai. “Akibatnya, sampah sering berserakan karena tidak ada tempat penampungan yang cukup,” ujarnya.
Sementara itu, pengunjung Chika (24) mengaku terganggu oleh bau tidak sedap dan tumpukan sampah di sejumlah titik Pasar Raya Padang. Ia juga menyoroti keterbatasan fasilitas sanitasi seperti toilet umum yang layak dan mudah diakses.
Isu kebersihan ini bukanlah persoalan unik di Pasar Raya Padang. Studi pengelolaan sampah pasar tradisional menunjukkan bahwa tanpa ketersediaan wadah sampah yang memadai dan terawat, serta perilaku masyarakat yang belum terbiasa membuang sampah pada tempatnya, sampah akan terus berserakan dan menurunkan kualitas ruang publik.
Permasalahan ini berdampak langsung pada kenyamanan, kesehatan, dan citra pasar yang merupakan pusat ekonomi rakyat di Kota Padang. Tanpa perbaikan fasilitas dan penguatan kepedulian kolektif, kondisi kumuh berpotensi menjadi bagian dari rutinitas harian pasar terbesar di kota ini.































