Padang, Sumbar.fyi – Operator kompetisi I.League secara resmi menolak permohonan Semen Padang FC untuk mengubah status tuan rumah laga melawan Persija Jakarta, meski kondisi di Sumatera Barat masih berstatus darurat bencana.
Permintaan itu diajukan manajemen Semen Padang pada awal Desember 2025. Klub berharap laga BRI Super League 2025–26 yang dijadwalkan 22 Desember 2025 di Stadion GOR H. Agus Salim, Padang, bisa diganti menjadi kandang Persija terlebih dahulu. Alasan utamanya adalah kondisi infrastruktur, keamanan, kenyamanan, dan kelayakan stadion di Padang yang terus terdampak bencana alam akhir November lalu.
Namun, dalam surat balasan yang ditandatangani Ronny Suhatril, General Manager of Competition Operation I.League, operator liga menyatakan permohonan tersebut tidak dapat dikabulkan setelah mempertimbangkan koordinasi dengan stakeholder terkait. Klub diminta tetap melaksanakan pertandingan sesuai jadwal di Padang dan berkoordinasi dengan pihak daerah untuk kelancaran kompetisi.
Opsi semiformal lain untuk memindahkan laga ke Jakarta juga menemui kendala dari Persija Jakarta sendiri. Stadion utama Persija, Jakarta International Stadium (JIS), sedang dalam tahap pemeliharaan intensif rumput, sehingga klub ibu kota tidak bisa menjadi tuan rumah alternatif.
Keputusan I.League ini muncul di tengah kondisi serius di berbagai area Sumbar pasca-bencana. Sekitar 10 kilometer dari stadion, banyak rumah hancur dan korban terdampak banjir bandang. Permintaan klub daerah ini bukan hanya masalah jadwal olahraga, namun juga refleksi pada sensitivitas terhadap situasi kemanusiaan warga Sumatera Barat.
Keputusan I.League mempertegas dilema antara kelanjutan liga profesional dan kondisi sosial kemanusiaan di daerah terdampak bencana. Bagi masyarakat Sumbar, pertandingan ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga pertanyaan tentang respons solid olahraga terhadap realitas kehidupan di wilayah yang sedang berjuang pulih.































