Pesisir Selatan, Sumbar.fyi — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menyalurkan 77 unit traktor roda empat untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian dan mendorong lahirnya petani muda yang adaptif terhadap teknologi.
Bantuan alat dan mesin pertanian ini menjadi bagian dari strategi meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menjawab persoalan regenerasi petani di daerah pesisir Sumatera Barat, yang selama ini didominasi usia lanjut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, mayoritas petani di Indonesia berada pada rentang usia di atas 45 tahun. Kondisi ini berdampak pada lambatnya adopsi teknologi pertanian dan stagnasi produktivitas. Di Pesisir Selatan, tantangan tersebut terasa kuat, terutama pada lahan sawah dan pertanian pangan.
Pemerintah daerah menilai penggunaan traktor roda empat mampu memangkas waktu olah lahan, menekan biaya produksi, serta meningkatkan minat generasi muda untuk kembali melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan. Modernisasi alat dinilai sebagai pintu masuk menuju pertanian yang lebih efisien dan kompetitif.
Namun, pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa bantuan alat saja tidak cukup. Tanpa pendampingan, pelatihan operator, serta kepastian akses pupuk dan pasar, alat modern berisiko tidak dimanfaatkan optimal. Di sejumlah nagari, alsintan bahkan kerap terparkir karena minimnya sistem pengelolaan.
Di Sumatera Barat, pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi nagari. Upaya mencetak petani muda modern membutuhkan kesinambungan kebijakan, bukan sekadar distribusi alat. Regenerasi petani hanya akan berhasil jika diiringi pembinaan jangka panjang dan ekosistem usaha yang jelas.
Program 77 traktor ini menjadi momentum penting bagi Pesisir Selatan.
Keberhasilannya akan diukur bukan dari jumlah unit yang diserahkan, tetapi dari seberapa jauh pertanian daerah mampu bertransformasi dan menarik generasi baru untuk bertahan di sektor pangan.
Sumbar FYi































